Minggu, 21 September 2014

Keramik Kramat Mutiara Yang Terpendam

http://wartapurbalingga.blogspot.com/
Adalah sebuah desa yang bernama Desa Kramat, yang masuk dalam wilayah Kecamatan Karangmoncol Kabupaten Purbalingga dengan Luas Wilayah 278 Ha yang terbagi menjadi 5 kadus. Desa ini merupakan desa yang tertinggal, yang berada jauh diatas/ Pegunungan dengan jarak dari pusat Kecamatan 10 km dan jarak dari Pusat Pemerintahan Kabupaten 30 km. Topografinya pegunungan dan berbukit dengan mata pencaharian utama dari pertanian (sebagai petani). Semula tidak ada yang istimewa  seperti halnya kondisi masyarakat desa miskin  pada umumnya dengan berbagai keterbatasan SDM, dengan berbagai kesulitan ekonomi masyarakat dan masalah klasikal lainnya. Namun tahun 2010 ini PNPM Mandiri Perdesaan telah memberikan harapan, sesuatu yang tidak pernah terbayangkan dan tidak pernah terpikirkan masyarakat telah terjadi disana, bahwa ada suatu potensi luarbiasa yang terpendam dibumi kramat seperti halnya sebuah mutiara yang terpendam.

Asal Muasal 
Bermula dari suatu kejadian yang tidak disengaja, pada tahun 2009 di desa Kramat tepatnya dusun Gembong ada bukit yang longsor karena hujan yang terus menerus. Kebetulan pada saat itu sedang ada  Mahasiswa dari ISI (Institut Seni Indonesia) Yogyakarta(sedang melaksanakan Program MertiDesa) pada saat sedang berjalan jalan di bukit yang longsor tersebut dia melihat dan mengamati bahwa tekstur dan kondisi tanah yang ada unik dan mirip dengan yang ada di Kasongan, Yogyakarta (Pusat Keramik) maka diambel sampel tanah tersebut dan dibawa ke Yogyakarta . Kemudian sampel tanah tersebut dibawa ke LIPI Jakarta untuk diteliti kandungannya. Hasil penelitian dari LIPI ternyata tanah yang berasal dari desa Kramat  tersebut menurut penemu dari segi tekstur dan kandungannya disimpulkan  memiliki kualitas tinggi dan bagus untuk dijadikan bahan baku keramik. Namun demikian  ada beberapa yang menyangsikan juga apakah mungkin? untuk meyakinkannya maka sampel tanah dari Desa Kramat diujicoba dibakar di Kasongan, Yogyakarta. Dan ternyata berhasil dibakar, tidak pecah. Hal ini disampaikan ke pihak desa. Masyarakat terkaget kaget dan terkesima dengan hasil temuan tersebut, ternyata tanah yang melimpah ruah disekeliling mereka merupakan  satu potensi alam, yang dimiliki mereka dan bisa dijadikan asset desa. Hasil rembug-rembug bapak kepala desa dan pemuka agar potensi ini bisa dimanfaatkan dan dinikmati oleh masyarakat maka perlu diadakan Kegiatan Pelatihan Keramik. Hal ini mendapat respon bagus dari masyarakat. Namun demikian muncul permasalahan bahwa untuk mengadakan kegiatan Pelatihan Keramik memerlukan Biaya yang tinggi untuk pengadaan tungku pembakarannya saja harganya 30 juta lebih belum untuk yang lain-lainnya karena desa/masyarakat tidak punya dana dan tidak bisa melaksanakan secara swadaya. Dan jawaban dari permasalahan tersebut adalah dengan diusulkan melalui PNPM Mandiri Perdesaan tahun 2010.

Peserta Pelatihan 
Untuk menjaring peserta Pelatihan Keramik dibuka pendaftaran dan informasi secara terbuka. Namun karena pelatihan keramik sendiri membutuhkan seorang yang berbakat seni maka dilakukan seleksi oleh calon pelatih yang berasal dari ISI Yogyakarta. Setiap peserta diberi waktu 10 menit untuk melukis benda yang ada di sekitarnya. Hasil dari seleksi tersebut terpilih 10 orang pemuda yang akan menjadi peserta Pelatihan . Mereka semua adalah pemuda putus sekolah dan pengangguran dan berasal dari golongan RTM. Hasil dari proses Verifikasi PNPM pun 10 orang ini dinyatakan layak mengikuti kegiatan Pelatihan. 

Pelaksanaan Kegiatan 
Hasil Perankingan MAD Prioritas Usulan, dari 22 usulan Non SPP, Usulan Kegiatan Pelatihan Keramik menduduki ranking 4 sehingga desa optimis akan terdanai melalui PNPM MP tahun 2010. Saking semangatnya dan begitu inginnya untuk segera  melaksanakan kegiatan pelatihan maka diawal bulan juli sudah dimulai kegiatan pelatihan keramik (Pra Pelatihan), meskipun belum dilaksanakan MAD Penetapan Usulan. Pendanan Kegiatan Pra pelatihan ini berasal dari swadaya, sedangkan secara resmi kegiatan pelatihan keramik baru dimulai pada tanggal 21 Juli 2010 dengan bertempat di tempat yang sengaja dibangun untuk kegiatan pelatihan dimana dananya merupakan hasil swadaya.  Instruktur kegiatan pelatihan ini berasal dari ISI Yogyakarta. Berdasarkan RAB,  Pelatihan dilaksanakan selama 3 bulan dengan setiap minggu ada 6 hari dimulai dari pukul 08.00 WIB sampai dengan 16.00 WIB. Namun demikian kenyataannya dilaksanakan sampai dengan malam (pkl 22.00 WIB). Semula kami agak mengkhawatirkan apakah dengan jadwal yang begitu Full dari pagi sampai malam hari apalagi selama 3 bulan  tidak akan membuat peserta menjadi jenuh?Namun ternyata mereka semua terlihat �Enjoy�. Metode pembelajarannya  meliputi teori, praktek , dan evaluasi. Untuk praktek  dilaksanakan siang hari sedangkan teori pada malam hari. Pada malam hari semua peserta melalui CD Playerdiputarkan film tentang materi yang akan dilaksanakan esok hari. setiap peserta untuk mengamati dan merekam dalam memori dan menuangkan imaginasi mereka denagn membuat benda  pada esok harinya. Tentunya dari 10 peserta tidak akan ada yang sama. Setiap 2 minggu sekali dilakukan Evaluasi dimana setiap peserta untuk melakukan presentasi barang yang telah dibuat. Jika hasilnya jelek maka dipecah.

http://wartapurbalingga.blogspot.com/
Pada evaluasi pertama semua hasil dinyatakan jelek sehingga dipecah semua. Ketika paginya penulis mengunjungi kesana ada 1 dus besar puing-puing pecahan kramik�.Aduuh sayang sekali .Tapi menurut instrukturnya ini sebagai ajang Ujimental mereka agar tidak cepat puas diri, agar siap menghadapi tantangan dan kendala serta kondisi terburuk yang bisa saja terjadi dan siap menerima kenyataan. Dalam perjalanannya  tidak semulus yang dibayangkan banyak permasalahan dan kendala yang muncul. Kendala yang pertama adalah pembengkakan dana. Berdasarkan RAB, pembakaran untuk tungku menggunakan 2 tabung gas 12 kg dengan harga tabung @ Rp. 400.000,- namun prakteknya harus menggunakan tabung gas 50 Kg dengan harga @ Rp. 1.200.000,- belum untuk pengisian gasnya. Namun ini tidak membuat patah semangat, menurut Pak Kades apapun yang terjadi pelatihan harus jalan terus, desa siap untuk menanggung kekurangan biaya tersebut. Kendala kedua muncul terkait dengan proses pembakaran.

Sempat muncul kekhawatiran dari masyarakat bahkan dari TPK nya sendiri yang menyampaikan kepada kami �Bu, bagaimana kalau nanti saat dibakar pecah semua?� sesuatu yang semula tidak terbersit di pikiran kami sebetulnya. Namun akhirnya jadi pikiran juga, ya, ya bagaiman kalau itu terjadi? Ketika kami tanyakan ke pelatihnya jawabanya sangat simple dan membuat kami tersenyum simpul �Bu�Bu�sant� mawon!���tapi memang demikian kenyatannya ketika pembakaran pertama saat itu kami sedang mengikuti pelatihan Penyegaran FK/FT, malam hari Ketua TPK sms �Bu, barang sudah dibakar, tidak pecah dan hasilnya joss!! �. Dan memang hasilnya luar biasa.. (menurut kami) bagus, berkelas, dan memiliki nilai seni. Dua kendala besar sudah terlewati, bukan berarti terus muluuuus,� muncul kendala ketiga. Dana dari PNPM hanya membiayai satu kali pengisian gas padahal barang mentah masih banyak yang belum dibakar,produksi belum begitu banyak sedangkan proses pelatihan baru setengah jalan. Keputusannya??�Produk Hasil pelatihan harus mulai dipasarkan, sehingga hasil penjualannya bisa untuk membeli isi gas dan bias produksi lagi.

Namun kemudian muncul permasalahan lagi bagaimana cara memasarkannya? kemana? Lewat Apa ?�..satu hal yang bisa dilakukan adalah lewat pameran produk kerajinan, selain pemasaran secara langsung denagn menyebarkan catalog. Untuk itu dari peserta pelatihan dibentuk tim/struktur ada bagian humas, bagian pemasaran, bagian produksi, bagian pembentukan dan bagian pembakaran. Agar lebih memudahkan dalam memasarkan dan mudah diingat Kelompok ini dinamakan �Damar Aji� yang  artinya sesuatu yang sangat berharga dan sebagai penerang bagi masyarakat Desa Kramat.

Kami mencoba membantu mencarikan jalan, lewat Bapermas (Badan Pemberdayaan Masyarakat) Kab Purbalingga   menghubungkan dengan Dekranasda (yang ada pada bagian Perekonomian, kantor Setda kab Purbalingga). Dari Dekranasda memberikan ruang untuk mengisi outlet yang ada di Owabong (Tempat Wisata Air di Purbalingga) sebagai tempat pemasaran serta Tempat Wisata Aquarium Raksasa,Purbayasa, Purbalingga.

Berbagai produk keramik telah banyak dihasilkan baik benda fungsional maupun Souvenir seperti Guci (dari ukuran kecil sampai besar), asbak, teko, gelas, mangkuk, dan berbagai Souvenir.

Suatu kegiatan yang dimulai dari nol, sebagai embrio, telah muncul. Mutiara yang terpendam di bumi Kramat telah ditemukan, desa punya suatu potensi yang bisa dikembangkan terus dan terus sehingga bisa menjadi mata pencaharian, memberikan peluang kerja, sekaligus penghasilan bagi masyarakat. Inilah wujud nyata, dari PNPM Mandiri Perdesaan lah yang telah mengawali , membukakan  cakrawala baru bagi masyarakat desa Kramat, sekaligus pencerahan untuk kehidupan yang lebih baik mendatang.

Agar mereka bisa berbangga, agar mereka bisa tersenyum, menapak ke depan dengan mata pencaharian yang baru. Salam SI KOMPAK !!!!!!!!!!�������

Emmy Indriawati/FK Kec Karangmoncol Kab. Purbalingga Jateng


DAMAR AJI

Rumah kerajinan dan Keramik

Desa Kramat, Karangmoncol,

Purbalingga � Jawa Tengah



Sumber :http://pnpmmppurbalingga.wordpress.com/2012/02/28/keramik-kramat-mutiara-yang-terpendam/attachment/21/

Biografi Utsman Janatin Bin H. Ali Hasan

http://wartapurbalingga.blogspot.com/
Usman Janatin bin H. Ali Hasan
Sersan Dua KKO Anumerta Usman Janatin bin H. Ali Hasan adalah salah satu dari dua anggota KKO (Korps Komando Operasi; kini disebut Marinir) Indonesia yang ditangkap di Singapura pada saat terjadinya Konfrontasi dengan Malaysia.
 

Bersama dengan seorang anggota KKO lainnya bernama Harun Thohir, ia dihukum gantung oleh pemerintah Singapura pada Oktober 1968 dengan tuduhan meletakkan bom di wilayah pusat kota Singapura yang padat pada 10 Maret 1965. Ia dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta.
 

Mungkin tidak semua masyarakat Indonesia mengenal Usman dan Harun. Pahlawan Dwikora dari Korps Komando Operasi (KKO) yang sekarang bernama Korps Marinir TNI-AL, seolah-olah tenggelam diantara nama-nama pahlawan lainnya. Bahkan dalam pelajaran-pelajaran sejarah di bangku sekolah, nama keduanya jarang bahkan hampir tidak tersebutkan sama sekali, padahal jika kita melihat apa yang telah mereka lakukan adalah sebuah kisah heroik yang Tabah sampai akhir.
 

Nama asli Usman adalah Janatin. Lahir di desa Tawangsari Kelurahan Jatisaba Kabupaten Purbalingga, tanggal 18 Maret 1943 dari keluarga Haji Muhammad Ali dengan Ibu Rukiah.
Usman bin Muhammad Ali alias Janatin dilahirkan di Jatisaba, Kab. Purbalingga, tanggal 18 Maret 1943. Setelah tamat dari SMP, ia memasuki dinas militer pada Korps Komando Angkatan Laut (KKO) terhitung sejak tanggal 1 Juni 1962. Ketika ia memasuki dinas militer, Indonesia tengah terlibat sengketa politik dengan Malaysia.

 

Usman adalah sosok prajurit yang tegas, disiplin dan dinilai cakap menjalankan tugas yang dibebankan kepadanya. Melalui saringan yang ketat, Usman kemudian terpilih menjadi salah satu prajurit yang mendapat tugas yang berat lagi sangat berbahaya : menyusup ke Singapura dan membuat sabotase di sana.
 

Bersama dengan Harun bin Said dan Gani bin Arup, Usman berhasil masuk ke Singapura dan juga berhasil meledakkan bangunan McDonald di Singapura dalam rangka membuat sabotase pada tanggal 10 Maret 1965. Mereka bersegera meninggalkan Singapura untuk menuju pulau Sambu yang menjadi pangkalan semula. Malang, perahu boat yang mereka tumpangi mendadak rusak. Pasukan khusu Australia menangkapnya di pelabuhan Singapura.
 

Dalam pengadilan Singapura, Usman dinyatakan bersalah dan divonis hukuman mati. Pada tanggal 17 Oktober 1968 Usman menjalani hukuman gantung di dalam penjara Changi, Singapura. Jenazahnya kemudian dibawa ke Indonesia dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.
 

Usman Janatin yang meninggal di Singapura pada umur 25 tahun diangkat sebagai Pahlawan Nasional Pembela Kemerdekaan oleh Pemerintah Indonesia pada 17 Oktober 1968 dengan Keppres No. 50/TK/1968. (berbagai sumber)

Usman Janatin City Park Purbalingga

Usman Janatin adalah pahlawan nasional Indonesia yang dihukum gantung di Singapura pada 17 Oktober 1968. Sebagai prajurit Angkatan Laut, Usman menjadi bagian dari prajurit perang yang dicanangkan pemerintah RI terhadap Malaysia ketika itu. Ia melakukan pengeboman gedung Mac Donald House di Singapura, yang ketika itu menjadi bagian wilayah Malaysia. Atas jasa dan pengorbanannya Usman Janatin mendapat gelar pahlawan dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Namun selepas itu sosoknya sebagai pahlawan nyaris dilupakan. Nama Usman Janatin masih asing terdengar di telinga masyarakat Indonesia. Usman Janatin baru kembali diingat ketika namanya dan rekannya, Harun Said mendadak menjadi perbincangan hangat di Tanah Air terkait penggunaan nama keduanya sebagai nama Kapal Perang TNI. Ide dan keputusan TNI ini mendapat protes keras dari pemerintah Singapura yang tersinggung dengan pilihan nama tersebut.

Selama berminggu-minggu polemik Kapal Perang Usman Harun menjadi isu penting hubungan kedua negara. Polemik tersebut juga memancing sejumlah reaksi dan pendapat dari masyarakat Indonesia. Sempat mereda, Usman-Harun kembali memantik ketersinggungan Singapura berkat �kemunculan� dua sosok prajurit tersebut yang diperankan oleh orang lain dalam sebuah acara militer yang dihadiri oleh sejumlah utusan negara termasuk Singapura. Berkat kejadian-kejadian itulah sosok Usman dan Harun sebagai patriot bangsa menjadi dikenal oleh masyarakat Indonesia.

http://wartapurbalingga.blogspot.com/
Usman Janatin City Park Purbalingga
Kembali ke sosok Usman Janatin, ia lahir di kota yang sama dengan Panglima Besar Jenderal Sudirman, yakni Purbalingga, Jawa Tengah, pada 18 Maret 1943. Sebelum polemik Kapal Perang Usman-Harun menyeruak, namanya sudah lebih dulu diabadikan sebagai nama taman di kota kelahirannya yakni Usman Janatin City Park Purbalingga.

Bulan Maret lalu saya berkesempatan melihat taman yang dibangun di atas lahan bekas pasar kota ini. Taman Usman Janatin berada 1,5 km di sebelah barat alun-alun kota Purbalingga. Bagi yang datang dari luar kota, Taman Usman Janatin bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama 15 menit dari Terminal Purbalingga ke arah utara. Itu yang saya lakukan saat turun di Terminal Purbalingga Sabtu sore itu.

Meski berada di pusat kota, tak perlu khawatir dengan kemacetan. Lalu lintas menuju Taman Usman Janatin tidaklah ramai. Selain ruas jalannya yang lebar, beberapa trotoar di sekitarnya juga masih nyaman ditapaki.

Tiba di pintu masuknya yang lebar, sebuah bunderan yang luas menjadi halaman depan Taman Usman Janatin. Di tengah bunderan tersebut diletakkan patung adipura berwarna coklat dan keemasan. Dari bunderan ini jika langit cerah tanpa awan kita bisa dengan jelas menatap Gunung Slamet dengan badannya lebar. Sayang hari itu awan sedang berserakan sehingga saya hanya bisa menatap badan dan punggung gunung, sementara puncaknya tertutup gumpalan awan.

http://wartapurbalingga.blogspot.com/
Entertainment Centre, bangunan utama di Taman Usman Janatin.
Tepat di belakang bunderan sebuah gedung bergaya modern dengan cat oranye, hijau dan putih berdiri megah. Pada sisi atasnya sebuah tulisan �Entertainment Centre� mungkin menandakan fungsi dan isi di dalamnya. Tapi ketika melongok isinya saya tak menemukan apa-apa selain ruangan kosong yang sepertinya sedang dibersihkan. Seorang pegawai taman yang saya temui menjelaskan jika Taman Usman Janatin sedang ditata ulang fungsinya. Rupanya taman ini sempat mangkrak selama 1 tahun. Selama itu Taman Usman Janatin dengan gedung entertainment centre dikelola secara tidak professional dan minim pengawasan. Dengan penerangan yang kurang, saat malam hari taman ini konon banyak digunakan untuk nongkrong para muda-mudi. Apalagi di dalamnya sempat disediakan sarana permainan bilyar. Konsep tersebut mengundang kritik banyak pihak karena dianggap membuka peluang kegiatan yang kurang positif. Dengan menggunakan nama pahlawan, Taman Usman Janatin semestinya menjadi ruang untuk kegiatan yang produktif dan bermanfaat.

http://wartapurbalingga.blogspot.com/
Panggung terbuka di sisi selatan taman
Kritik dan kontroversi yang terjadi sepanjang tahun 2013 akhirnya berujung pada rebranding Taman Usman Janatin. Sejak awal taHun 2014 taman ini di-launching kembali sebagai sebuah taman kreatif yang lebih terbuka. Portal masuk di depan ditiadakan sehingga siapa pun bisa masuk ke dalam area taman secara gratis. Konsep baru sebagai ruang terbuka bagi anak-anak dan remaja diperkenalkan. Sejumlah wahana permainan dibangun. SementAra beberapa bangunannya diperbaiki dan ditata agar lebih nyaman dikunjungi.

Profil Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah

Gambaran Wilayah
http://wartapurbalingga.blogspot.com/


Kabupaten Purbalingga merupakan bagian dari propinsi Jawa Tengah. Luas wilayah Kabupaten Purbalingga adalah 77.764 Ha yang berdasarkan bentang alamnya terbagi menjadi 2 daerah yakni daerah utara yang cenderung merupakan daerah berbukit & daerah selatan dengan kecenderungan merupakan daerah dataran rendah. Selengkapnya

Lambang Daerah

http://wartapurbalingga.blogspot.com/


Bentuk lambang daerah dan arti dari lambang daerah Kabupaten Purbalingga. Selengkapnya �

Sejarah Purbalingga 

http://wartapurbalingga.blogspot.com/

Sebuah nama yang pasti tidak akan tertinggal ketika membicarakan sejarah Purbalingga adalah Kyai Arsantaka, seorang tokoh yang menurut sejarah menurunkan tokoh-tokoh Bupati Purbalingga.Kyai Arsantaka yang pada masa mudanya bernama Kyai Arsakusuma adalah putra dari Bupati Onje II. Selengkapnya �

Tentang Purbalingga 

http://wartapurbalingga.blogspot.com/

Kabupaten Purbalingga, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Purbalingga. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Pemalang di utara, Kabupaten Banjarnegara di timur dan selatan, serta Kabupaten Banyumas di barat. Selengkapnya �

Visi & Misi 

http://wartapurbalingga.blogspot.com/

Visi dan Misi Kabupaten Purbalingga. Visi Pembangunan Purbalingga dan Misi Pembangunan Purbalingga serta Kerangka Strategi dan Program Pembangunan Purbalingga. Selengkapnya �

Potensi Daerah 

http://wartapurbalingga.blogspot.com/

Potensi yang dimiliki Kabupaten Purbalingga . Selengkapnya �

Sumber: http://kotaperwira.com/profil#ixzz3Dx0FK2CY

Sabtu, 20 September 2014

Sejarah Kabupaten Purbalingga

http://wartapurbalingga.blogspot.com/
Sejarah Purbalingga berawal dari seorang tokoh yang menurut sejarah menurunkan tokoh-tokoh Bupati Purbalingga yaitu Kyai Arsantaka.

Kyai Arsantaka yang pada masa mudanya bernama Kyai Arsakusuma adalah putra dari Bupati Onje II. Sesudah dewasa diceritakan bahwa kyai Arsakusuma meninggalkan Kadipaten Onje untuk berkelana ke arah timur dan sesampainya di desa Masaran (Sekarang di Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara) diambil anak angkat oleh Kyai Wanakusuma yang masih anak keturunan Kyai Ageng Giring dari Mataram.

Pada tahun 1740 � 1760, Kyai Arsantaka menjadi demang di Kademangan Pagendolan (sekarang termasuk wilayah desa Masaran), suatu wilayah yang masih berada dibawah pemerintahan Karanglewas (sekarang termasuk kecamatan Kutasari, Purbalingga) yang dipimpin oleh Tumenggung Dipayuda I.

Banyak riwayat yang menceritakan tenang heroisme dari Kyai Arsantaka antara lain ketika terjadi perang Jenar, yang merupakan bagian dari perang Mangkubumen, yakni sebuah peperangan antara Pangeran Mangkubumi dengan kakaknya Paku Buwono II dikarenakan Pangeran mangkubumi tidak puas terhadap sikap kakanya yang lemah terhadap kompeni Belanda. Dalam perang jenar ini, Kyai Arsantaka berada didalam pasukan kadipaten Banyumas yang membela Paku Buwono.

Dikarenakan jasa dari Kyai Arsantaka kepada Kadipaten Banyumas pada perang Jenar, maka Adipati banyumas R. Tumenggung Yudanegara mengangkat putra Kyai Arsantaka yang bernama Kyai Arsayuda menjadi menantu. Seiring dengan berjalannya waktu, maka putra Kyai Arsantaka yakni Kyai Arsayuda menjadi Tumenggung Karangwelas dan bergelar Raden Tumenggung Dipayuda III.

Masa masa pemerintahan Kyai Arsayuda dan atas saran dari ayahnya yakni Kyai Arsantaka yang bertindak sebagai penasihat, maka pusat pemerintahan dipindah dari Karanglewas ke desa Purbalingga yang diikuti dengan pembangunan pendapa Kabupaten dan alun-alun.

Nama Purbalingga ini bisa kita dapati didalam kisah-kisah babad. Adapun Kitab babad yang berkaitan dan menyebut Purbalingga diantaranya adalah Babad Onje, Babad Purbalingga, Babad Banyumas dan Babad Jambukarang. Selain dengan empat buah kitab babat tersebut, rekonstruksi sejarah Purbalingga, juga dilakukan dengan melihat arsip-arsip peninggalan Pemerintah Hindia Belanda yang tersimpan dalam koleksi Arsip Nasional Republik Indonesia.

Menurut sejarahnya, Purbalingga ternyata pernah menduduki peranan penting pada masa kejayaan kerajaan tempo dulu. Nama Purbalingga erat dengan kisah kejayaan Kerajaan Majapahit, Demak, Pajang, dan Mataram. Kelima kerajaan itu secara bergantian pernah menguasai Purbalingga sebagai wilayah dudukan.

Hal ini dibuktikan dengan kentalnya pengaruh kebudayaan pada masa itu terhadap sistem kebudayaan masyarakat Purbalingga. Pengaruh tersebut masih dapat dijumpai hingga sekarang. Ada yang berwujud peninggalan benda purbakala (artefak), berupa seni tradisi, sistem religi (upacara adat), dan sebagainya.

Owabong (Obyek Wisata Air Bojongsari)

http://wartapurbalingga.blogspot.com/
Obyek wisata air Bojongsari atau lebih dikenal sebagai Owabong adalah tempat wisata keluarga yang memiliki wahana permainan berupa kolam renang, arena gokart, waterboom dan wahana air lainnya. Terletak di desa Bojongsari kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga provinsi Jawa Tengah.

Berawal dari sebuah kolam renang pribadi yang dibuat oleh warga negara Belanda yang dibangun pada tahun 1946, kemudian diambil alih seorang keturunan Tionghoa bernama Kwi Sing. Pada tahun 2004 dibeli oleh PEMDA kabupaten Purbalingga yang akhirnya membangunnya sebagai sebuah wahana wisata keluarga dan diperluas hingga 4,8 Ha dari sebelumnya yang hanya 1 Ha saja hingga selesai dan diresmikan pada 1 Maret 2005.

Berikut Beberapa Wahana Permainan yang ada di Owabong:

Kolam Renang Olympic 
http://wartapurbalingga.blogspot.com/
Kolam berstandar internasional dengan panjang 50 meter dan lebar 21 meter ini mempunyai kedalaman 120 cm hingga 225 cm.









Kolam WaterBoom


Kolam Ember Tumpah 

 Kolam Arus atau Kanal Arus
Kolam Pantai Bebas Tsunami

    Kolam Sesat
    http://wartapurbalingga.blogspot.com/
    Kolam untuk permainan Waterball (Bola air).KOLAM PESTA AIRIstana air yang dilengkapi permainan anak-anak, Hujan-hujanan, Luncuran dan dipakai untuk terapi air

    FASILITAS PENDUKUNG

    Mushola 
    Resto Dan Food Court Bale Bengong 
    Kamar ganti dan kamar bilas untuk dewasa dan anak-anak 
    Toilet yang nyaman dan bersih 
    Tribune 
    Ruang bilas dengan air alami yang segar 

      Jumat, 19 September 2014

      Persibangga Purbalingga

      http://wartapurbalingga.blogspot.com/
      Persibangga (singkatan dari Persatuan Sepak Bola Indonesia Purbalingga) adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang berbasis di kabupaten Purbalingga. Persibangga saat ini berlaga di Divisi Utama Liga Indonesia. Markas klub ini di Stadion [Gelora Goentoer Darjono] yang berkapasitas 15.000 penonton. Persibangga Purbalingga merupakan nama baru dari klub Persap Purbalingga.

      Persibangga Purbalingga awalnya bernama Persap Purbalingga, berganti nama sejak masuk Divisi I Liga Indonesia menjadi Persibangga Purbalingga.

      Hasil Pertandingan Persibangga bisa dilihat Di Sini

      Oleh-Oleh Khas Purbalingga

      http://wartapurbalingga.blogspot.com/Makanan yang paling dikenal di Purbalingga adalah mendoan, ini adalah makanan yang dibuat dari tempe kedelai. Istimewanya, pembuatan mendoan diproses mulai dari saat membuat tempenya, jadi mendoan tak bisa dibuat dari sembarang tempe. Tempe mendoan adalah tempe tipis yang dibuat melebar/meluas. Untuk membuat mendoan, tempe ini diberi tepung yang dibumbu garam, ketumbar dan daun bawang. Digoreng sebentar sehingga masih terasa lunak, bila digoreng agak lama akan menjadi tempe "muledi" yang sedikit agak liat. Lebih lama lagi sampai kering maka disebut tempe "keripik".


      http://wartapurbalingga.blogspot.com/
      Purbalingga juga dikenal sebagai tempat pabrik Slamet, yang memproduksi permen Davos sejak tahun 1931 , permen ini sangat dikenal sejak zaman dulu. Oleh-oleh istimewa lainnya apalagi kalau bukan kacang mirasa. Penampilannya bolehlah gosong dan mirip kacang kulit khas pedesaan. Tapi rasanya? Banyak orang ketagihan untuk membelinya dan membawanya sebagai oleh-oleh. Berbeda dnegan kacang kulit pabrikan, kacang mirasa dibuat dengan cara merendamnya pada air sehari semalam. Keesokan harinya dilumuri garam dan dibiarkan dalam bak selama sehari semalam juga. Besoknya baru direndam air lagi selema sehari semalam. Kemudian dijemur di bawah sinar matahari, baru setelah kering disangrai dengan pasir. Jadilah kacang khas Purbalingga yang renyak dan 'kemlithik'.


      http://wartapurbalingga.blogspot.com/
      Sroto (nama sebutan soto untuk wilayah Purbalingga dan Banyumas) juga terkenal. Perbedaan mendasar sroto dengan soto pada umumnya terletak pada sambalnya yaitu sambal kacang yang pedas legit, menggunakan ketupat bukan nasi, serta ditaburi suwiran daging dan remasan krupuk. Beda Sroto Sokaraja dengan Sroto Purbalingga juga bisa dilihat dari kerupuknya. Umumnya Sroto Sokaraja menggunakan krupuk warna warni, sedangkan Sroto Purbalingga menggunakan krupuk merah putih. Sroto Purbalingga yang kesohor terutama sroto kriyiknya. Di sini setelah daging ayam disuwir untuk sroto maka "rongkong"nya (tulang dada) digoreng kering dan disajikan sebagai lauk sroto. Rasanya garing dan kriyik-kriyik, itu sebabnya disebut sroto kriyik. Selain sroto kriyik, ada juga sroto so yang tak kalah nikmat. Sroto So ini mirip pada umumnya sroto khas Purbalingga, hanya saja ada tambahan daun melinjo atau yang biasa disebut 'so' yang menambah cita rasa unik makanan berkuah ini, lokasinya sekitar 4 KM dari pusat kota yaitu berada di desa Bojong. Sroto khas lainnya biasa disebut sesuai lokasinya, seperti Sroto Bancar dan Sroto Jatisaba.


      http://wartapurbalingga.blogspot.com/Ada lagi makanan khas yang sering diburu orang ketika bertandang ke Purbalingga, yaitu Buntil. Buntil ini dibuat dari kukusan daun keladi, daun pepaya atau daun singkong yang diisi parutan kelapa dicampur ikan teri, diberi bumbu bawang, cabai, lengkuas, asam, garam, dsb. Cara penyajiannya, buntil disiram kuah pedas berbahan utama santan dan cabai merah, lengkap dengan cabai rawit dibiarkan utuh, tidak diiris. Sangat nikmat dimakan saat hangat dengan nasi yang baru tanak. Untuk oleh-oleh, sebaiknya beli Buntil yang tidak bersantan, karena bisa tahan sampai seminggu. Buntil hampir selalu tersedia di setiap pasar pagi di berbagai pelosok Kabupaten Purbalingga. Namun yang paling terkenal Buntil Pasar Kutasari. Untuk mendapatkan semangkuk buntil di Pasar Kutasari, orang rela mengantri sejak pagi.


      http://wartapurbalingga.blogspot.com/
      Sate Blater juga bisa menjadi menu pilihan lain yang khas dari Purbalingga. Disebut Sate Blater karena asal muasal sate ini dari Desa Blater, Kecamatan Kalimanah. Meski sama-sama sate ayam, Sate Blater sedikit berbeda dengan sate madura atau sate ayam lainnya. Perbedaannya terletak pada cara memasaknya. Jika pada umumnya sate dibakar saat daging masih mentah, kalau sate blater sebelum dibakar harus direndam dalam bumbu rahasia racikan khas orang-orang Desa Blater, dan saat dibakarpun masih berkali-kali dilumuri bumbu yang sama. Sehingga cita rasanya memang sangat terasa hingga gigitan terakhir. Proses memasak yang berbeda, membuat sate ini juga kuat disimpan hingga tiga hari. bahkan jika disimpan di lemari pendingin bisa lebih lama lagi.


      Selain makanan, Purbalingga juga dikenal dengan es duriannya yang selalu membuat kangen. Meskipun saat ini banyak yang meniru, tidak ada yang menandingi rasa khas es durian Tugu Bancar racikan Pak Kasdi. Di dalam semangkuk es durian, daging buah durian disiram gula merah cair dan santan kelapa segar, ditambah serutan es batu hingga menggunung. Tak berhenti sampai disitu, gunungan es durian itu masih disiram susu kental manis dan sesendok cokelat panas.


      http://wartapurbalingga.blogspot.com/
      Ada juga kue Nopia, asalnya juga dari Purbalingga, sekitar tahun 50-an keluarga Ting Lie Liang memulai usaha bikin penganan nopia yang juga disebut telor gajah. Bantuknya putih dari tepung terigu berisi gula Jawa. Ada juga nopia mini yang biasa disebut mino. Baik nopia maupun mino tersedia dalam berbagai rasa, seperti rasa durian, rasa nana, rasa stroberi dan yang rasanya paling unik rasa bawang merah.

      Sekilas Tentang Kabupaten Purbalingga

      http://wartapurbalingga.blogspot.com/Kabupaten Purbalingga adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Purbalingga. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Pemalang di utara, Kabupaten Banjarnegara di timur dan selatan, serta Kabupaten Banyumas di barat dan selatan.. Luas wilayah : 1.472 Ha. atau 1,92 % wilayah Kabupaten Purbalingga.

      Purbalingga Terletak pada 101� 11" BT - 109�35" BT dan 7�10" LS - 7�29 LS" terbentang pada altitude � 40 � 1.500 meter diatas permukaan laut dengan dua musim yaitu musim Hujan antara April � September dan musim Kemarau antara Oktober � Maret. Secara umum Purbalingga termasuk dalam iklim tropis dengan rata-rata curah hujan 3,739 mm � 4,789 mm per tahun. Jumlah curah hujan tertinggi berada di Kecamatan Karangmoncol, sedangkan curah hujan terendah di Kecamatan Kejobong. Suhu udara di wilayah Kabupaten Purbalingga antara 23.20� C � 32.88� C dengan rata-rata 24.49� C.

      Purbalingga berada di cekungan yang diapit beberapa rangkaian pegunungan. Di sebelah utara merupakan rangkaian pegunungan (Gunung Slamet dan Dataran Tinggi Dieng). Bagian selatan merupakan Depresi Serayu, yang dialiri dua sungai besar Kali Serayu dan anak sungainya, Kali Pekacangan. Anak sungai lainnya yaitu seperti Kali Klawing, Kali Gintung, dan anak sungai lainnya. Ibu kota Kabupaten berada di Purbalingga, sekitar 21 km sebelah timur laut Purwokerto.